





























































Ukraina
Kompas.com
PIALA Dunia 2006 adalah turnamen besar satu-satunya yang pernah dirasakan Ukraina, sejak merdeka pada 1991. Saat itu, mereka tampil sampai perempat final. Dengan begitu, Piala Eropa 2012 akan menjadi ajang besar kedua mereka, sejak merdeka.
Namun, bukan berarti Ukraina hanya akan mencari pengalaman di Piala Eropa 2012. Apalagi, mereka menjadi tuan rumah. Dan, Ukraina punya modal untuk membuat kejutan. Ini momen terindah buat mereka untuk mencetak sejarah, sekaligus mengangkat sepak bola mereka.
Ketika masih menjadi bagian Uni Soviet, Ukraina selalu memberikan dukungan berupa pemain-pemain berbakat, yang membuat Soviet bisa menjuarai Piala Eropa 1960 dan tiga kali menjadi runner-up, yaitu kalah dari Spanyol pada 1964, kalah dari Jerman pada 1972, dan pada 1988 kalah dari Belanda.
Sudah menjadi negara tersendiri pun, Ukraina tak kurang bakat. Meski belum muncul pemain berkelas seperti Andriy Shevchenko, tapi pasukan yang dimiliki Pelatih Oleh Blokhin cukup menjanjikan.
Setidaknya, dalam beberapa pertandingan persahabatan terakhir yang menjadi pematangan tim, Ukraina tampil cukup memuaskan. Mereka mampu menahan Jerman 3-3 dan mengalahkan Austria 2-1 pada November 2011.
Bagi Blokhin, semangat dan kesaradan bermain tim yang utama. "Para pemain harus membuktikan bahwa mereka pantas mengenakan seragam biru-kuning. Saya hanya akan memakai pemain seperti itu," tegas Blokhin.
Itu pula yang menjadi salah satu kekuatan Ukraina. Mereka selalu bermain ngotot dan penuh kepercayaan diri. Setelah menahan Jerman 3-3, kepercayaan diri mereka makin tinggi dan siap merebut momen di negeri sendiri.
"Saya tak punya keraguan kami akan menjadi tim kompetitif di turnamen ini (Piala Eropa 2012). Pertandingan lawan Jerman menjadi titik penegasan. Sebab, kami mampu mencetak tiga gol ke gawang salah satu tim terbaik di dunia. Ini menunjukkan bahwa kami berada dalam jalur yang benar," tegas Blokhin.
Makanya, meremehkan Ukraina bisa mendatangkan petaka. Mereka tak hanya memiliki Shevchenko dan Anatoliy Tymoshchuk, yang meski sudah tua, masih tetap berbahaya. Pemain lainnya juga punya kualitas meyakinkan. Sebut saja Yevhen Seleznyov (striker), Taras Stepanenko (gelandang), Vasyl Kobin (defender) dan lainnya yang mewakili generasi muda menjanjikan. Selain itu,.
Justru kelebihan Ukraina saat ini karena timnya merata. Mereka tak hanya bergantung pada satu bintang seperti era Shevchenko.
Berada di Grup D, Ukraina menghadapi lawan cukup berat, yakni Perancis, Inggris, dan Swedia. Namun, Ukraina tak gentar. Blokhin menegaskan, tak ada yang favorit di Euro 2012.
"Tak masalah siapa lawan kami. Tak ada grup mudah. Separo peserta termasuk tim terbaik dunia. Tapi, kami adalah tuan rumah. Maka, kami bertekad maju ke babak berikutnya, kemudian kita lihat apa yang akan terjadi. Kami ingin setelah selesai turnamen, dunia akan mengingat Euro 2012. Bukan hanya karena penyelenggarannya bakal fantastis, tapi juga karena permainan kami," tegas Blokhin.
Semangat dan kekompakan, juga kengototan, kini menjadi milik Ukraina. Dengan itu mereka bertekad merebut momen indah di negeri sendiri. Kalaupun juara masih jauh dari jangkauan, setidaknya mereka ingin membuat makna besar. (Tjatur Wiharyo)
Partai Persahabatan
11/08/2010 Ukraina 1-1 Belanda
04/092010 Polandia 1-1 Ukraina
07/09/2010 Ukraina 2-0 Cile
08/10/2010 Ukraina 2-2 Kanada
11/10/2010 Brasil 2-0 Ukraina
17/22/2010 Swiss 2-2 Ukraina
08/02/2011 Rumania 2-2 Ukraina
09/02/2011 Swedia 1-1 Ukraina
29/03/2011 Ukraina 0-2 Italia
01/06/2011 Ukraina 2-0 Uzbekistan
06/06/2011 Ukraina 1-4 Perancis
10/08/2011 Ukraina 0-1 Swedia
02/09/2011 Ukraina 2-3 Uruguay
06/09/2011 Rep. Ceko 4-0 Ukraina
07/10/2011 Ukraina 3-0 Bulgaria
11/10/2011 Estonia 0-2 Ukraina
11/11/2011 Ukraina 3-3 Jerman
15/11/2011 Ukraina 2-1 Austria
Rekor
2008 - tidak lolos putaran final
2004 - tidak lolos putaran final
2000 - tidak lolos putaran final
1996 - tidak lolos putaran final
SKUAD
Kiper
Oleksandr Goryainov (FC Metalist Kharkiv), Maxym Koval (FC Dynamo Kyiv), Andriy Pyatov (FC Shakhtar Donetsk).
Defender
Bohdan Butko (FC Illychivets Mariupil), Olexandr Kucher (FC Shakhtar Donetsk), Taras Mikhalik (FC Dynamo Kyiv), Yaroslav Rakitskiy (FC Shakhtar Donetsk), Yevhen Selin (FC Vorskla Poltava), Yevhen Khacheridi (FC Dynamo Kyiv), Vyacheslav Shevchuk (FC Shakhtar Donetsk).
Gelandang
Olexandr Aliyev (FC Dynamo Kyiv), Denys Garmash (FC Dynamo Kyiv), Oleh Gusev (FC Dynamo Kyiv), Yevhen Konoplyanka (FC Dnipro Dnipropetrovsk), Serhiy Nazarenko (SC Tavriya Simferopol), Ruslan Rotan (FC Dnipro Dnipropetrovsk), Anatoliy Tymoshchuk (FC Bayern München), Andriy Yarmolenko (FC Dynamo Kyiv).
Penyerang
Andriy Voronin (FC Dinamo Moskva), Marko Devi? (FC Shakhtar Donetsk), Artem Milevskiy (FC Dynamo Kyiv), Yevhen Seleznyov (FC Shakhtar Donetsk), Andriy Shevchenko (FC Dynamo Kyiv)
Kompas.com
SEBAGAI pemain, Oleh Blokhin termasuk sudah meraih segalanya. Bahkan, dia pernah meraih Ballon d'Or pada 1975 sebagai Pemain Terbaik Eropa.
Namun, dia tak pernah merasakan gegap gempita Piala Eropa. Itu sebabnya, ada sesuatu yang hilang dalam catatan kariernya dan itu punya makna besar.
Meski sekarang menjadi pelatih, dia merasa bisa mengejar yang hilang itu. Dia ingin membayarnya dengan membawa Ukraina meraih prestasi signifikan di Euro 2012.
"Turnamen ini sangat spesial buat saya. Saya tak pernah bermain di Piala Eropa. Maka, saya ingin merasakannya sebagai pelatih. Kami akan melakukan yang terbauk buat fans dan berharap dunia akan mengingat kami karena penampilannya di Euro 2012," tekad Oleh Blokhin.
Sebagai pelatih, Blokhin pun punya kapasitas besar. Dia pula yang membawa Ukraina untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia pada 2006, bahkan Ukraina bisa lolos ke perempat final.
Dia kemudian meninggalkan timnas. Namun, Pelatih Oleksiy Mykhaylychenko dianggap gagal karena Ukraina tak masuk putaran final Piala Dunia 2010. Ukraina sempat ditangani pelatih sementara, Myron Markevych dan Yuriy Kalitvintsev.
Menghadapi Piala Eropa 2012 merupakan momen penting dan Ukraina harus berprestasi. Maka, Ukraina tak ragu memanggil kembali Blokhin sebagai pelatih pada April 2011. Ia dianggap memberi jaminan prestasi.
Blokhin sadar akan harapan besar yang dibebankan kepadanya. Maka, dia menekankan semangat dan kekompakan. Rupanya, keberadaan Blokhin juga memompa semangat dan kepercayaan diri Ukraina. Tim tuan rumah itu makin tampil bagus dan hasilnya bisa dilihat pada November 2011, kala mereka menahan Jerman 3-3 dan mengalahkan Austria 2-1.
Pengalaman dan kecerdasan membuat Blokhin punya sentuhan memuaskan. Di bawah kepelatihannya, Ukraina tampil lebih tegas, cepat, tapi juga taktis.
Blokhin mengawali karier di dunia sepak bola dari tim yunior Dynamo Kiev pada 1962. Pada 1969, ia masuk tim utama. Ia meninggalkan Dynamo Kiev untuk pindah ke Vorwarts Steyr pada 1988 dengan warisan 211 gol dari 432 penampilan.
Pencapaian pribadi itu membuahkan sukses kolektif berupa tujuh gelar liga utama Soviet dan lima Piala USSR, Piala Winner UEFA pada 1975 dan 1986, dan Piala Super UEFA 1975. Pada 1975 itu juga, Blokhin mendapat Ballon d'Or.
Dari Steyr, Blokhin pindah ke Aris Limasol pada 1989 dan pensiun pada 1990.
Karier internasional Blokhin juga cukup menonjol. Selama membela Uni Soviet pada 1972 sampai 1988, ia mencetak 42 gol dari 112 penampilan.
Pada 1990, Blokhin mengawali karier sebagai pelatih di Olympiakos. Ia menangani Olympiakos selama tiga tahun dan memberikan dua Piala Yunani. Ia kemudian menukangi PAOK, Ionikos, dan AEK, sampai diangkat menjadi pelatih Ukraina pada 2003. Ia membawa Ukraina melaju sampai perempat final Piala Dunia 2006, di mana mereka disingkirkan Italia.
Setelah meninggalkan jabatan pelatih Ukraina pada 2007, Blokhin melatih FC Moskwa (2007-2008) dan menjadi Direktur Olahraga Chornomorets Odesa (2009-2010). Pada April 2011, ia kembali diangkat menjadi pelatih tim nasional Ukraina. Dan, dia kini ia ingin membayar hal yang belum dirasakan sebagai pelatih, yakni berprestasi di Piala Eropa.
Data Blokhin
Nama lengkap: Oleh Volodymyrovych Blokhin
Kewarganegaraan: Ukraina
Tempat dan tanggal lahir: Kiev, Ukraina
Karier sebagai pemain (penyerang):
1969 - 1988 Dynamo Kiev
1988 - 1989 Vorwarts Steyr
1989 - 1990 Aris Limassol
1972 - 1988 Tim nasional Uni Soviet
Karier sebagai pelatih:
1990 - 1993 Olympiakos
1993 - 1994 PAOK
1994 - 1997 Ionikos
1997 - 1998 PAOK
1998 - 1999 AEK Athens
1999 - 2002 Ionikos
2003 - 2007 Ukraina
2007 - 2008 FC Moskwa
2009 - 2010 Chornomorets Odesa (Direktur Olahraga)
2011 - (...) Ukraina

Sepekan lalu benar-benar menjadi pekan yang istimewa bagi bintang Spanyol, Andres Iniesta.